
Blockchain Sui kembali mengalami gangguan operasional yang berdampak pada penurunan nilai token hingga 20% dalam seminggu, memicu kekhawatiran investor.
Jaringan blockchain Sui kembali menjadi sorotan setelah mengalami downtime beruntun dalam 5 bulan terakhir. Gangguan terbaru yang berlangsung selama berjam-jam ini terjadi tepat saat nilai token SUI anjlok 20% dalam kurun seminggu, menurut data pasar.
Insiden ini merupakan yang kedua kalinya sejak September 2023 ketika Sui sebelumnya mengalami 'network stall'. Beberapa analis mengaitkan penurunan harga dengan menurunnya kepercayaan investor terhadap reliabilitas jaringan. "Downtime berulang adalah alarm merah untuk proyek layer-1 yang bersaing di era Web3," komentar TechLead WarungWeb3.
📖 Baca Juga
Tim developer Sui mengklaim sedang bekerja untuk mengidentifikasi akar masalah. Dalam tweet resmi, mereka menyebutkan insiden terkait 'konsensus engine' namun menjamin dana pengguna aman. Meski demikian, komunitas DeFi di platform mulai mempertanyakan stabilitas jaringan untuk aplikasi keuangan kritis.
Sebagai blockchain generasi baru yang mengusung konsept parallel processing, Sui sebelumnya dipromosikan sebagai solusi scalable untuk gaming dan NFT. Namun dua kali gagal operasional dalam waktu singkat ini memberikan tantangan serius bagi positioning tersebut di tengah persaingan ketat di layer-1 space.
Pemantau jaringan menunjukkan aktivitas transaksi mulai normal kembali, namun efek psikologisnya mungkin akan bertahan lebih lama - terutama bagi investor retail Indonesia yang mulai banyak terjun ke aset kripto berbasis blockchain ini sejak diluncurkan tahun lalu.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.