
Platform prediksi Kalshi dapat lampu hijau dari CFTC untuk meluncurkan kontrak perpetual futures Bitcoin pertama yang diatur di AS, buka babak baru investasi crypto.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) secara resmi menyetujui peluncuran perpetual futures Bitcoin pertama di platform teregulasi AS melalui Kalshi. Keputusan tertanggal 29 Mei 2026 ini menandai terobosan besar bagi industri crypto di yurisdiksi regulator ketat.
Kalshi, platform prediksi berbasis New York, kini berhak menawarkan kontrak derivatif crypto tanpa tanggal kedaluwarsa (perpetual) dengan underlying asset harga Bitcoin. "Ini tonggak sejarah bagi adopsi aset digital di sistem keuangan tradisional," tulis analis WarungWeb3 merujuk pada persetujuan ini sebagai pintu masuk produk crypto kompleks ke pasar mainstream.
📖 Baca Juga
Dokumen CFTC mengungkap kontrak bernama BTCPERP akan menjadi instrumen pertama yang dilindungi under hukum komoditas AS. Coinbase disebut sebagai salah satu partner yang sedang mempersiapkan produk serupa, menunjukkan tren regulator yang mulai terbuka terhadap derivatif crypto meski tetap ketat.
Di tengah euforia ini, Kalshi justru menghadapi tantangan hukum terpisah di Minnesota terkait larangan pasar prediksi. Para pakar menilai persetujuan CFTC bisa menjadi senjata strategis perusahaan untuk melawan regulasi negara bagian yang dianggap menghambat inovasi fintech.
Langkah Kalshi membuka opsi hedging baru bagi investor retail AS, sekaligus ujian bagi regulator dalam mengawasi produk high-risk ini. "Efek domino persetujuan ini mungkin akan kita lihat dalam bentuk masuknya lebih banyak platform trad-fi ke space crypto," tutup laporan WarungWeb3.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.