
Protokol DeFi Radiant Capital menghentikan operasi setelah gagal pulih dari serangan peretasan yang dikaitkan dengan kelompok peretas Korea Utara.
Radiant Capital, protokol pinjaman lintas rantai (cross-chain lending) yang pernah menjadi salah satu pemain utama di ekosistem DeFi, secara resmi menghentikan operasinya setelah gagal pulih dari serangan peretasan besar pada Oktober 2024. Menurut laporan dari The Defiant, protokol ini kini hanya menyisakan total nilai terkunci (TVL) sebesar $2,21 juta di berbagai jaringan seperti Arbitrum, Ethereum, Base, dan BNB.
Serangan tersebut, yang diyakini dilakukan oleh kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara, mengakibatkan kerugian sebesar $50 juta. Mandiant, perusahaan keamanan siber ternama, mengkonfirmasi keterlibatan aktor negara dalam insiden ini. Radiant Capital sempat berusaha untuk bangkit, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang signifikan.
📖 Baca Juga
Meskipun operasi utama telah dihentikan, Radiant menyatakan bahwa frontend dan smart contract-nya akan tetap dapat diakses. Pengguna masih dapat melakukan penarikan dana, pelunasan pinjaman, serta mengelola posisi mereka. Namun, hal ini tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan komunitas dan investor terhadap protokol tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya ekosistem DeFi terhadap serangan siber, terutama yang melibatkan aktor negara. Radiant Capital bukanlah satu-satunya korban, tetapi kasus ini menambah daftar panjang protokol DeFi yang harus gulung tikar akibat peretasan. Ke depan, industri DeFi perlu meningkatkan standar keamanan dan mitigasi risiko untuk mencegah insiden serupa terjadi.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.