
Pelaku eksploitasi Kelp DAO berhasil memindahkan hampir seluruh dana curian senilai $220 juta, menyisakan harapan kecil bagi korban untuk mendapatkan kembali aset mereka.
Komunitas crypto Indonesia kembali dikejutkan oleh perkembangan terbaru kasus eksploitasi Kelp DAO. Pelaku yang berhasil mencuri dana sebesar $292 juta pada April lalu, kini dilaporkan telah berhasil mencucikan hampir seluruh sisa dana yang tidak dibekukan, senilai $220 juta.
Menurut analisis on-chain dari Arkham Intelligence, hanya tersisa sekitar $1,7 juta di wallet asli pelaku. Dana yang dicuri awalnya mencapai $292 juta, dengan $71 juta berhasil dibekukan oleh Arbitrum's Security Council. Namun, $220 juta sisanya berhasil dipindahkan melalui berbagai metode pencucian uang digital.
📖 Baca Juga
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi komunitas DeFi, khususnya pengguna bridge LayerZero yang menjadi target eksploitasi. Para analis menyatakan semakin sulitnya melacak dana yang telah dicuci melalui berbagai protokol privacy-enhancing.
"Window of recovery semakin sempit," komentar salah satu pakar keamanan blockchain Indonesia. "Ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya audit smart contract dan mekanisme keamanan berlapis di ekosistem Web3."
Kasus Kelp DAO kembali mengingatkan investor crypto tentang risiko tinggi di dunia DeFi. Meski teknologi blockchain menawarkan transparansi, praktik pencucian aset digital tetap menjadi tantangan besar yang perlu diatasi oleh seluruh pemangku kepentingan.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.