
Aave meningkatkan pengawasan pada aset DeFi setelah serangan $230 juta melalui eksploitasi bridge KelpDAO.
Aave, salah satu platform DeFi terkemuka, kini memperketat standar listing asetnya menyusul insiden eksploitasi senilai $230 juta yang terkait dengan bridge KelpDAO. Serangan ini terjadi melalui manipulasi pesan lintas rantai yang memungkinkan pencetakan rsETH tanpa cadangan di Ethereum, yang kemudian digunakan untuk pinjaman yang tidak dapat dipulihkan.
Insiden ini memicu Aave untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap semua aset V3 dan merevisi kriteria listingnya. Selain itu, Aave juga akan memperluas pengawasan ke berbagai elemen infrastruktur DeFi, termasuk bridge, oracles, custodians, dan keamanan operasional. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform.
📖 Baca Juga
Eksploitasi yang terjadi melalui KelpDAO’s LayerZero-powered bridge ini mengekspos kerentanan dalam sistem verifikasi pesan lintas rantai. Seorang verifier tunggal berhasil menyetujui pesan palsu yang memungkinkan pencetakan 116,500 rsETH tanpa dukungan aset yang sebenarnya. Hal ini menimbulkan kerugian besar dan menegaskan pentingnya keamanan yang lebih ketat dalam ekosistem DeFi.
Dalam upaya memperkuat sistem, Aave berencana untuk mengimplementasikan protokol keamanan yang lebih robust dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan integritas sistem. Tinjauan ini tidak hanya mencakup aset yang sudah terdaftar tetapi juga aset baru yang akan diintegrasikan ke dalam platform.
Dengan langkah-langkah ini, Aave berharap dapat memulihkan kepercayaan komunitas dan memastikan bahwa platform mereka tetap aman dan dapat diandalkan untuk semua pengguna DeFi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.