
Dana senilai puluhan juta dolar dari eksploitasi rsETH diklaim oleh keluarga korban aksi teror Korea Utara, dengan tuduhan keterlibatan grup peretas Lazarus.
Sebuah drama hukum unik terjadi di ekosistem Arbitrum setelah pengacara muncul di forum DAO Arbitrum meminta alokasi dana untuk korban aksi teror Korea Utara puluhan tahun silam. Keluarga korban mengincar 30.765 ETH (senilai sekitar $100 juta) yang dibekukan pasca eksploitasi rsETH Maret lalu, dengan dalih keterkaitan serangan dengan grup peretas Lazarus yang diduga berafiliasi dengan pemerintah Korea Utara.
Kasus ini bermula ketika pengacara keluarga korban mengajukan restraining notice di New York untuk memblokir pembebasan dana tersebut. Mereka merujuk pada putusan pengadilan AS tahun 2000-an yang menyatakan Korea Utara bertanggung jawab atas beberapa aksi teror, termasuk pengeboman pesawat Korean Air tahun 1987. Argumen hukumnya: karena dana eksploitasi diduga terkait Lazarus Group, maka bisa disita sebagai kompensasi.
📖 Baca Juga
Komunitas DeFi dibuat geger dengan perkembangan ini. Beberapa anggota DAO mempertanyakan legitimasi klaim tersebut, sementara yang lain melihat ini sebagai preseden berbahaya dimana aset crypto bisa disita untuk kasus-kasus hukum tradisional. "Ini ujian besar bagi desentralisasi," tulis salah satu peserta forum.
Pakar keamanan blockchain mencatat, meski ada indikasi keterlibatan Lazarus dalam eksploitasi rsETH, membuktikan aliran dana ke aktor negara masih sangat sulit. Arbitrum DAO kini berada di persimpangan antara kepatuhan hukum dan prinsip Web3, dengan keputusan mereka akan menjadi tolok ukur penting bagi masa depan governance di ruang crypto.
Kasus ini mengingatkan komunitas pada kompleksitas hukum yang semakin mengintai ekosistem crypto. Di satu sisi, ada tuntutan akuntabilitas untuk kejahatan cyber lintas batas, di sisi lain ada prinsip dasar desentralisasi yang ingin dijaga. Bagaimana Arbitrum DAO menanggapi klaim kontroversial ini akan menjadi sorotan dalam minggu-minggu mendatang.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.