
Laporan terbaru menunjukkan dompet kripto yang disita OFAC diduga terkait aktor negara lain, bertentangan dengan klaim pemerintah AS.
Operasi Economic Fury yang digagas Departemen Keuangan AS melalui OFAC (Office of Foreign Assets Control) menuai kontroversi setelah analis independen meragukan asal-usul dompet digital yang disita. Meski pemerintah AS menyatakan dompet tersebut terkait Iran, karakteristik transaksi dan pola aliran dana justru mengarah pada aktor negara lain.
Scott Bessent, Sekretaris Keuangan AS, sebelumnya mengklaim dompet kripto yang dibekukan merupakan bagian dari jaringan pendanaan Tehran. Namun pemeriksaan blockchain oleh para pakar menunjukkan indikasi kuat keterlibatan pihak ketiga dengan modus operandi yang lebih kompleks. "Ada pola mixing dan cross-chain bridges yang tidak lazim digunakan oleh entitas Iran," jelas salah satu analis yang enggan disebutkan namanya.
📖 Baca Juga
WarungWeb3 menemukan setidaknya tiga karakteristik mencolok: (1) Penggunaan DeFi protocols untuk obfuscation trail, (2) Aktivitas staking dalam volume besar di jaringan Ethereum layer-2, dan (3) Transaksi NFT high-value sebagai metode pencucian. Pola ini lebih konsisten dengan praktik kelompok cybercrime terorganisir atau state-sponsored actors tertentu.
Insiden ini kembali memicu perdebatan tentang efektivitas sanctioning dalam ekosistem kripto yang borderless. Para pakar menyarankan pendekatan baru yang mempertimbangkan sifat desentralisasi teknologi blockchain, sambil tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan oleh bad actors.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.