
Bitcoin kembali sentuh $80.000 untuk pertama kali sejak Januari, didorong inflow ETF dan leverage. Namun, data spot dan sikap trader profesional justru menunjukkan sinyal hati-hati.
Bitcoin (BTC) berhasil memecahkan level psikologis $80.000 pada pekan ini, mencatat rekor tertinggi sejak Januari 2024. Kenaikan ini didorong oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin dan permintaan leverage di pasar derivatif. Namun, di balik euforia kenaikan harga, data dari CryptoQuant mengungkap fakta menarik: pembelian spot ternyata masih relatif lemah.
Menurut laporan CoinDesk dan Coinspeaker, meski harga meroket, trader profesional justru tidak ikut-ikutan membeli. Platform prediksi Polymarket bahkan hanya memberi probabilitas 23% bagi BTC untuk mencapai $90.000 pada bulan ini. "Ini menunjukkan pasar masih waspada terhadap koreksi," jelas seorang analis yang enggan disebut namanya.
📖 Baca Juga
CoinTelegraph mencatat, penguatan BTC terjadi bersamaan dengan menguatnya MSCI AC Asia Index. Beberapa ahli menafsirkan ini sebagai sinyal bahwa investor menganggap perkembangan terkini di sektor crypto cukup positif. Bitcoin juga berhasil menutup pekan di kisaran $79.000, level tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Bagi komunitas crypto Indonesia, momentum ini bisa menjadi peluang sekaligus peringatan. WarungWeb3 mengingatkan: selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi. Volatilitas crypto tetap tinggi, dan tren bullish tidak selalu berlangsung mulus.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.