
Studi terbaru mengungkap 76,82 miliar XRP rentan serangan quantum, sementara dompet dorman mempersulit migrasi jaringan XRPL.
Sebuah laporan keamanan blockchain mengungkap ancaman serius dari komputasi quantum terhadap aset kripto XRP. Studi terkini menunjukkan 76,82 miliar XRP—sekitar 15% total pasokan—rentan diserang karena masih tersimpan di dompet dorman (tak aktif) dengan teknologi enkripsi lawas.
Masalah utama terletak pada dompet-dompet yang tak pernah dipindahkan sejak 2018 ini. Menurut analisis XRPL, migrasi ke sistem tahan quantum akan sulit dilakukan jika pemilik dompet dorman tak aktif merespons. Padahal, serangan quantum diprediksi bisa terjadi dalam 5-10 tahun mendatang.
đź“– Baca Juga
Pakar keamanan blockchain menyarankan tiga solusi: (1) sosialisasi massal untuk pemilik dompet dorman, (2) insentif migrasi melalui airdrop, dan (3) hard fork sebagai opsi terakhir. Namun, komunitas XRP masih terbelah antara urgensi keamanan dan prinsip desentralisasi.
Di Indonesia, isu ini mendapat perhatian khusus mengingat banyak investor retail yang memegang XRP jangka panjang. "Perlu edukasi praktis tentang quantum resistance, bukan sekadar teori," tegas Andi, pengembang Web3 asal Bandung yang aktif di komunitas XRP Indonesia.
Kasus XRP menjadi pengingat bagi seluruh ekosistem kripto: ancaman quantum bukan skenario fiksi ilmiah lagi. Proyek blockchain lain seperti Ethereum dan Cardano sudah mulai mengadopsi kriptografi pasca-quantum, sementara XRPL masih dalam tahap penelitian.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.