
Eksploitasi KelpDAO senilai $293 juta memicu kepanikan di pasar DeFi, menyebabkan penarikan besar-besaran di Aave dan meninggalkan hutang buruk lebih dari $200 juta.
Pasar DeFi kembali diguncang oleh insiden keamanan besar-besaran. KelpDAO, sebuah platform terdesentralisasi yang berbasis di Ethereum, mengalami eksploitasi senilai $293 juta melalui serangan canggih yang memanfaatkan jembatan lintas rantai berbasis LayerZero. Insiden ini terjadi dalam waktu singkat—hanya 46 menit—namun dampaknya meluas ke seluruh ekosistem DeFi, termasuk platform pinjaman terkemuka seperti Aave.
Serangan ini dimulai pada Sabtu malam, 18 April 2024, ketika pelaku menggunakan pesan yang dirancang khusus untuk memanipulasi jembatan KelpDAO. Jembatan tersebut melepaskan 116.500 rsETH (sepadan dengan $293 juta) ke dompet yang didanai melalui Tornado Cash, sebuah layanan pencampur kripto yang sering digunakan untuk menyamarkan aliran dana. Tidak ada ETH yang benar-benar ditukarkan di sisi lain, membuat rsETH kehilangan back-up asetnya.
📖 Baca Juga
Dampak langsung dari eksploitasi ini terasa di Aave, platform pinjaman DeFi terbesar. Pengguna berbondong-bondong menarik dana mereka, menyebabkan penarikan lebih dari $6,2 miliar dalam waktu singkat. Hal ini memicu krisis likuiditas dan meninggalkan Aave dengan hutang buruk lebih dari $200 juta. Menurut CoinDesk, lonjakan pinjaman senilai $300 juta juga terjadi sebagai respons terhadap kepanikan ini.
CEO Vercel, perusahaan di balik infrastruktur KelpDAO, menyebut bahwa pelaku serangan menggunakan teknologi AI tingkat tinggi untuk melakukan eksploitasi. Ini menimbulkan pertanyaan baru tentang masa depan keamanan DeFi, terutama dengan semakin canggihnya metode serangan. Total Value Locked (TVL) di DeFi pun turun drastis sebesar $13 miliar pasca-insiden.
Insiden KelpDAO menjadi pengingat keras bagi industri DeFi akan pentingnya meningkatkan keamanan infrastruktur, terutama pada jembatan lintas rantai yang sering menjadi titik rentan. Meskipun DeFi terus berkembang, tantangan seperti ini menunjukkan bahwa jalan menuju adopsi massal masih panjang dan penuh rintangan.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.