
Dua proyek blockchain berbasis Bitcoin dan ZK gulung tikar dalam sepekan, sinyal lesunya pasar DeFi di tengah bearish crypto.
Dalam pukulan telak bagi ekosistem DeFi Bitcoin, Botanix mengumumkan penghentian operasi layer-2 berbasis BTC mulai Juli 2024. Keputusan ini menyusul pengumuman serupa dari Hyli yang menutup proyek blockchain zero-knowledge (ZK) setelah dua tahun berjalan. Keduanya menyebut kurangnya adopsi sebagai penyebab utama.
"Tidak berhasil. Setidaknya tidak di pasar dan timeline saat ini," tulis tim Botanix dalam pernyataan resmi seperti dikutip CoinDesk. Spiderchain, developer di balik Botanix, meminta pengguna menarik aset mereka sebelum 9 Juli mendatang. Analis mencatat ini sebagai indikator lambatnya pertumbuhan Bitcoin DeFi dibandingkan Ethereum.
📖 Baca Juga
Hyli melalui The Defiant mengaku kecewa dengan respons pasar terhadap teknologi ZK. "ZK tidak mendapatkan traksi yang kami harapkan," ujar timnya. Padahal, solusi ZK-proof sering disebut sebagai holy grail untuk skalabilitas blockchain.
CoinTelegraph menambahkan, keputusan Botanix mencerminkan tantangan besar proyek Bitcoin DeFi dalam menarik minat pengguna dan developer. Meski hype sekitar Bitcoin L2 sempat menguat awal 2024, realitasnya volume transaksi dan TVL (Total Value Locked) masih jauh di bawah ekosistem kompetitor.
Para ahli di WarungWeb3 melihat ini sebagai koreksi alami pasar crypto setelah fase eksperimen berlebihan. "Komunitas sekarang lebih selektif, proyek harus membuktikan utility konkret, bukan sekadar jargon teknis," pungkas analis kami.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.