
Regulator AS memberikan sinyal positif bagi pengembangan produk derivatif kripto, tapi klasifikasi perpetual contracts masih jadi perdebatan.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengambil langkah signifikan dalam mengatur pasar derivatif kripto domestik. Lewat surat no-action yang dirilis Jumat (9/6), staf CFTC memungkinkan designated contract markets (DCMs) mengkonversi produk futures berbasis komoditas digital yang meniru perpetual menjadi true perpetual futures.
Keputusan ini menjadi bagian dari upaya CFTC membangun infrastruktur regulasi untuk derivatif kripto. Perpetual futures - produk derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa yang populer di trading kripto - sebelumnya terjebak dalam ketidakjelasan klasifikasi hukum di AS. Surat ini memberi kepastian sementara bagi platform terdaftar CFTC.
📖 Baca Juga
Namun di sisi lain, debat klasifikasi perpetual contracts masih memanas. Kasus Kalshi, platform prediksi berbasis blockchain, memicu perbedaan pendapat di kalangan veteran derivatif. Beberapa pakar berargumen perpetual seharusnya dikategorikan sebagai swaps, bukan futures - perbedaan yang punya implikasi regulasi besar.
"Ini pertanda positif bagi inovasi DeFi di AS," kata Andi, analis WarungWeb3. "Tapi regulator perlu memberikan kejelasan lebih lanjut soal framework hukum untuk produk hybrid seperti perpetual contracts, terutama yang menggabungkan elemen tradisional dan DeFi."
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya minyat institusi terhadap produk derivatif kripto. Dengan CFTC mulai membuka keran regulasi, pasar derivatif kripto AS mungkin akan melihat gelombang inovasi baru - asalkan ketidakpastian klasifikasi hukum bisa diatasi.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.