
Circle, penerbit stablecoin USDC, mencatat pencapaian besar dengan meraih $222 juta dari penjualan token Arc sekaligus memperluas adopsi USDC di berbagai sektor.
Circle, perusahaan di balik stablecoin USDC, terus menunjukkan momentum positif dalam industri crypto. Baru-baru ini, mereka berhasil mengumpulkan $222 juta melalui presale token Arc, yang memberikan valuasi jaringan sebesar $3 miliar. Presale ini dipimpin oleh a16z Crypto dan menjadi bagian dari laporan Q1 2026 yang dirilis pada 11 Mei lalu. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Circle sebagai salah satu pemain utama di ekosistem stablecoin.
Selain itu, saham Circle juga mengalami kenaikan signifikan hingga 15% dalam beberapa hari terakhir. Analis Wall Street memprediksi bahwa adopsi USDC akan terus meningkat, didorong oleh penggunaan stablecoin ini dalam berbagai kasus baru. Salah satunya adalah integrasi USDC ke dalam teknologi AI, di mana Circle meluncurkan seperangkat alat yang memungkinkan agen AI untuk memegang uang, membayar layanan, dan melakukan transaksi tanpa campur tangan manusia.
📖 Baca Juga
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Circle tidak hanya fokus pada ekspansi stablecoin, tetapi juga berupaya membawa teknologi crypto ke ranah yang lebih luas, termasuk AI. Dengan total sirkulasi USDC mencapai $77 miliar dan pendapatan Q1 yang mencapai $694 juta, Circle tampaknya sedang berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dominasinya di pasar stablecoin.
Bagi Indonesia, tren ini bisa menjadi peluang untuk lebih mengenal potensi stablecoin dan teknologi blockchain dalam berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga AI. Dengan adopsi yang terus berkembang, Circle mungkin akan menjadi salah satu pemain kunci dalam mendorong inovasi di industri crypto di tingkat global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.