
Circle, penerbit USDC, berhasil mengumpulkan $222 juta dalam presale token Arc dengan valuasi $3 miliar, didukung investor besar seperti a16z dan BlackRock.
Circle, perusahaan di balik stablecoin USDC, berhasil mengumpulkan dana segar sebesar $222 juta dalam presale token untuk blockchain Arc. Presale ini menempatkan valuasi fully diluted (FDV) proyek Layer 1 tersebut di angka $3 miliar. Pendanaan dipimpin oleh a16z Crypto dengan partisipasi dari nama-nama besar seperti BlackRock, Apollo, dan Bullish.
Pengumuman ini bersamaan dengan rilis laporan keuangan Q1 2026 Circle yang menunjukkan pendapatan $694 juta. Di sisi lain, sirkulasi USDC terus meroket mencapai $77 miliar, menandakan pemulihan kepercayaan setelah krisis perbankan tahun lalu. Arc sendiri adalah blockchain yang difokuskan untuk ekosistem stablecoin dan pembayaran digital.
📖 Baca Juga
Meski berhasil melampaui estimasi laba, Circle justru sedikit meleset dari target pendapatan. Analis menilai hal ini wajar mengingat persaingan ketat di sektor blockchain khususnya dari pemain seperti Ethereum dan Solana. Kehadiran investor sekelas BlackRock dianggap sebagai sinyal kuat bahwa institusi tradisional mulai serius melihat potensi infrastruktur kripto.
Di sisi lain pasar, TeraWulf, perusahaan mining Bitcoin yang juga menggarap komputasi AI, melaporkan kerugian $427 juta di Q1. Menariknya, pendapatan dari layanan AI mereka kini telah melampaui pendapatan mining Bitcoin. Ini menunjukkan pergeseran strategi di industri kripto yang mulai memanfaatkan infrastruktur komputasi untuk kebutuhan AI.
Dengan pendanaan ini, Circle berpotensi memperkuat dominasi USDC sekaligus bersaing di lanskap blockchain. Namun, tantangan seperti regulasi dan adopsi massal masih menjadi pekerjaan rumah bagi ekosistem kripto secara keseluruhan.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.