
Bitcoin terjun bebas di bawah $73.000 setelah serangan AS ke Iran memicu liquidasi $1 miliar. Sementara itu, XLM justru meroket 19% di tengah bearish market.
Pasar crypto kembali berdarah-darah setelah serangan udara Amerika Serikat ke target militer Iran di dekat Selat Hormuz memicu gelombang sell-off besar-besaran. Menurut data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar crypto global anjlok $80 miliar dalam 24 jam terakhir, menyentuh level terendah sejak pertengahan April 2026.
Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar menjadi korban utama gejolak geopolitik ini. Harga BTC sempat menyentuh $73.000 sebelum terkoreksi tajam. Data Coinglass mencatat liquidasi posisi leveraged mencapai $1 miliar, dengan mayoritas berasal dari trader yang over-leverage. "Ini menunjukkan betapa sensitifnya aset high-beta seperti crypto terhadap risiko geopolitik," jelas Daniel Francis dari Coinspeaker.
📖 Baca Juga
Menariknya, di tengah lautan merah, Stellar (XLM) justru mencetak keuntungan 19% - menjadi salah satu altcoin langka yang bertahan hijau. Analis Crypto News menyebut sentimen positif dari kerja sama baru Stellar dengan beberapa bank di Afrika mungkin menjadi penyebabnya.
Para ahli memperingatkan volatilitas masih akan tinggi selama ketegangan AS-Iran belum mereda. "Market mulai mempertimbangkan skenario eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk potensi gangguan pasokan minyak global," tulis CoinTelegraph dalam laporannya. Investor disarankan untuk memperketat manajemen risiko dan menghindari FOMO trading di tengah ketidakpastian ini.
Ke depan, semua mata akan tertuju pada perkembangan diplomasi kedua negara. Jika situasi membaik, rebound cepat mungkin terjadi. Namun jika konflik berkepanjangan, crypto mungkin akan terus diperlakukan sebagai aset high-risk dalam portofolio global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.