
Institusi keuangan global seperti DTCC dan Mastercard mulai mengadopsi blockchain Solana dan Stellar untuk infrastruktur tokenisasi sekuritas, menandai babak baru integrasi TradFi dengan crypto.
Wall Street sedang mempercepat adopsi teknologi blockchain dengan fokus pada tokenisasi aset tradisional. Dua raksasa keuangan, DTCC dan Mastercard, kini memilih Solana dan Stellar sebagai tulang punggung infrastruktur tokenisasi mereka - langkah strategis yang bisa mengubah lanskap investasi global.
DTCC, perusahaan infrastruktur pasca-perdagangan yang memproses transaksi senilai $4.7 kuadriliun pada 2025, akan menghubungkan layanan tokenisasinya dengan blockchain Stellar. Kolaborasi ini bertujuan memfasilitasi perdagangan tokenized stocks, ETF, dan obligasi pemerintah AS mulai semester pertama 2027. Sementara itu, Mastercard mengamankan BitLicense di New York sebagai bagian dari strategi perluasan layanan stablecoin dan tokenized deposits mereka.
📖 Baca Juga
Di sisi lain, Orca dan Streamex telah meluncurkan infrastruktur perdagangan sekunder untuk sekuritas tokenisasi di Solana. Melalui platform ini, investor terakreditasi dapat memperdagangkan token emas GLDY yang di-backup fisik melalui liquidity pools terpermissioned. Solana dipilih karena skalabilitas dan biaya transaksi rendah yang cocok untuk sekuritas digital.
Perkembangan ini menunjukkan percepatan konvergensi antara TradFi dan DeFi. Dengan lembaga sekelas DTCC yang mulai memanfaatkan blockchain publik, tahun 2027 diprediksi menjadi titik balik mass adoption tokenisasi aset. Namun tantangan regulasi dan interoperabilitas antar-chain masih menjadi pekerjaan rumah utama.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.