
Aave menggalang dukungan industri DeFi untuk pemulihan rsETH setelah exploit Kelp bridge, sementara SparkLend jadi tujuan baru investor.
Dalam respons cepat terhadap exploit Kelp bridge pada 18 April, Aave, salah satu platform DeFi terkemuka, mengambil inisiatif untuk memimpin koalisi industri bernama 'DeFi United'. Koalisi ini bertujuan memulihkan backing rsETH, token restaking cair yang terdampak exploit senilai $290 juta.
Menurut proposal yang diajukan oleh TokenLogic, penyedia layanan Aave, platform ini diminta menyumbang 25.000 ETH dari treasury-nya untuk upaya pemulihan. Jika disetujui, Aave akan menjadi donatur terbesar dalam koalisi tersebut, yang juga melibatkan EtherFi, Lido, Ethena, Mantle, Ink Foundation, BGD Labs, serta beberapa kontributor individu. Lido Finance telah menjadi peserta pertama yang mengonfirmasi komitmennya dengan mengajukan proposal untuk menyumbang hingga 2.500 Lido Staked Ether.
📖 Baca Juga
Sementara itu, dampak exploit ini juga mengubah dinamika pasar lending DeFi. SparkLend, protokol lending stablecoin milik Spark, mencatat lonjakan deposit lebih dari $1,4 miliar dalam beberapa hari terakhir. Total nilai terkunci (TVL) di SparkLend melonjak dari sekitar $1,89 miliar menjadi $3,3 miliar per 22 April, menurut data DefiLlama. Ini menunjukkan perpindahan modal besar-besaran dari Aave ke SparkLend pasca-insiden.
Inisiatif 'DeFi United' menjadi contoh kolaborasi industri dalam menghadapi krisis. Meski demikian, situasi ini juga menyoroti kerentanan di ekosistem DeFi, terutama terkait keamanan bridge dan protokol restaking. Pemulihan rsETH dan kepercayaan pengguna akan menjadi tantangan besar bagi seluruh industri dalam waktu dekat.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.