
Peneliti Italia raih hadiah 1 BTC setelah memecahkan kunci kriptografi 15-bit lewat komputer kuantum publik, memicu debat ancaman nyata quantum computing terhadap blockchain.
Komunitas kripto kembali diguncang kekhawatiran ancaman quantum computing setelah seorang peneliti independen asal Italia, Giancarlo Lelli, berhasil memecahkan kunci kriptografi 15-bit berbasis elliptic curve menggunakan perangkat kuantum yang tersedia untuk publik. Pencapaian ini diganjar hadiah 1 Bitcoin oleh Project Eleven dan disebut sebagai demonstrasi serangan kuantum terbesar sejauh ini.
Eksperimen yang dilakukan pada September 2025 ini mencatatkan peningkatan signifikan dibanding rekornya sendiri sebelumnya yang hanya mencapai 9-bit. Menurut laporan CoinDesk, serangan ini 512 kali lebih kompleks daripada demonstrasi publik sebelumnya. Namun, kunci 15-bit masih jauh lebih sederhana dibanding standar keamanan Bitcoin yang menggunakan 256-bit.
📖 Baca Juga
"Ini seperti bayi yang baru belajar berjalan sebelum bisa lari maraton," kata pakar kriptografi lokal yang enggan disebutkan namanya. Meski demikian, keberhasilan ini memicu perdebatan sengit di forum-forum Bitcoin tentang seberapa dekat ancaman nyata 'Q-Day' - hari ketika komputer kuantum bisa membobol kriptografi asimetris yang menjadi tulang punggung blockchain.
Para ahli terbelah dalam memprediksi timeline ancaman ini. Sebagian meyakini teknologi quantum computing masih membutuhkan puluhan tahun sebelum mencapai tingkat yang relevan secara kriptografis, sementara yang lain memperingatkan percepatan inovasi yang tak terduga. Yang pasti, industri Web3 perlu mulai mempertimbangkan migrasi ke algoritma tahan kuantum (quantum-resistant) dalam roadmap pengembangannya.
Sementara ancaman quantum computing masih abstrak bagi kebanyakan pengguna crypto, pencapaian Lelli ini menjadi pengingat bahwa evolusi teknologi selalu membawa dua sisi mata pisau - peluang dan risiko yang harus diantisipasi sejak dini.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.