
Token UNI Uniswap melonjak 22% dalam 24 jam menyusul laporan bullish Standard Chartered yang memproyeksikan kenaikan 40x pada 2030.
Token UNI milik Uniswap, protokol decentralized exchange (DEX) terbesar, mencatatkan kenaikan spektakuler 22% dalam 24 jam ke level $3.28 dengan volume perdagangan mencapai $621 juta. Lonjakan ini terjadi sehari setelah Standard Chartered merilis laporan penelitian yang menargetkan harga UNI bisa mencapai $100 dalam jangka panjang.
Analis dari raksasa perbankan Inggris itu, Geoff Kendrick, menyebut Uniswap sebagai penerima manfaat utama dari gelombang tokenisasi aset institusional. Dalam laporannya, Standard Chartered memproyeksikan harga UNI bisa naik 40 kali lipat dari level saat ini pada 2030 jika protokol ini berhasil menangkap peluang di sektor keuangan terdesentralisasi.
📖 Baca Juga
"Kenaikan UNI kemarin masuk dalam persentil ke-100 distribusi perubahan harga CoinGecko, artinya ini merupakan movement terkuat yang pernah tercatat," jelas laporan The Defiant. Sentimen positif ini muncul di tengah tren pemulihan pasar crypto setelah tekanan jual beberapa pekan terakhir.
Para pengamat DeFi di Indonesia melihat proyeksi Standard Chartered sebagai validasi terhadap potensi jangka panjang ekosistem Uniswap. "Ini sinyal bahwa institusi tradisional mulai serius memetakan masa depan DeFi, bukan sekadar hype sesaat," komentar Andi Pratama, analis WarungWeb3. Namun dia mengingatkan investor retail untuk tetap melakukan due diligence mengingat volatilitas aset crypto yang tinggi.
Ke depan, perkembangan proposal governance Uniswap dan adopsi DEX di kalangan institusi akan menjadi faktor penentu apakah prediksi bullish Standard Chartered tersebut bisa terwujud. Sementara itu, komunitas DeFi lokal menyambut baik analisis ini sebagai momentum edukasi tentang potensi investasi jangka panjang di sektor terdesentralisasi.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.