
Laporan terbaru Standard Chartered menyebut tokenisasi dan pertumbuhan aset kripto asli akan mendorong valuasi DeFi melonjak 20 kali lipat dalam 6 tahun ke depan.
Aset terkunci di ekosistem decentralized finance (DeFi) diprediksi meledak hingga $2,7 triliun pada 2030 menurut analisis terbaru Standard Chartered. Lonjakan 20 kali lipat dari valuasi saat ini ini akan didorong oleh percepatan adopsi tokenisasi aset tradisional dan ekspansi produk kripto native.
Dalam laporannya, raksasa perbankan asal Inggris itu menekankan peran krusial tokenisasi - proses mengkonversi kepemilikan aset fisik menjadi token digital di blockchain. "Ini bukan sekadar proyeksi DeFi tradisional," jelas Kendrick Lim, analis kripto Standard Chartered. "Kami melihat gelombang baru institusi yang akan membawa real-world assets (RWA) seperti surat utang dan properti ke dalam ekosistem blockchain."
📖 Baca Juga
Pasar DeFi saat ini bernilai sekitar $128 miliar menurut data DeFiLlama. Untuk mencapai target $2,7 triliun, industri ini perlu tumbuh rata-rata 45% per tahun. Angka yang ambisius, tapi bukan mustahil mengingat inovasi di sektor RWA dan staking derivatif sedang mengalami percepatan.
"Yang menarik adalah bagaimana proyeksi ini sejalan dengan tren di Asia Tenggara," tambah Lim. "Indonesia khususnya punya potensi besar dengan populasi muda melek teknologi dan minat tinggi pada aset digital."
Meski optimis, para analis memperingatkan bahwa regulasi yang jelas tetap menjadi prasyarat utama. Tanpa kerangka hukum yang mendukung, institusi mungkin ragu untuk masuk secara masif. Laporan ini muncul di tengah persiapan Indonesia meluncurkan bursa kripto nasional yang diharapkan bisa menjadi katalis pertumbuhan DeFi lokal.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.