
Strategy kembali menambah aset Bitcoin senilai $101 juta setelah sempat menjual sebagian kecil pekan lalu, di tengah volatilitas pasar yang mencapai level terendah sejak 2022.
Perusahaan investasi Strategy kembali melakukan aksi beli besar-besaran Bitcoin (BTC) sebanyak 1.550 koin senilai $101,3 juta, hanya seminggu setelah menuai kritik karena menjual 32 BTC. Langkah ini menguatkan posisi Strategy sebagai pemegang BTC terbesar dengan total 845.256 BTC di portofolionya.
Pembelian ini terjadi bersamaan dengan penguatan cadangan kas Strategy setelah berhasil menggalang $181 juta dari penjualan saham. Menurut laporan Decrypt, portofolio Strategy sempat merosot $10,7 miliar menyusul penurunan harga Bitcoin ke level terendah sejak Oktober 2024.
📖 Baca Juga
Volatilitas Bitcoin masih tinggi, dengan harga sempat menyentuh $63.000 sebelum terkoreksi di bawah $61.000 - level terendah sejak bear market 2022. The Defiant melaporkan BTC telah jatuh 17% dalam seminggu dan memecahkan support krusial 200-week moving average untuk pertama kalinya sejak 2022.
Di tengah gejolak pasar, perusahaan saingan Strive justru membeli 32 BTC - jumlah persis yang dijual Strategy pekan lalu. Para analis melihat ini sebagai sinyal polarisasi strategi institusi: Strategy fokus pada akumulasi jangka panjang sementara player kecil memanfaatkan volatilitas jangka pendek.
Dengan dominasi Strategy di pasar Bitcoin yang terus menguat, langkah-langkah perusahaan ini akan semakin berdampak pada likuiditas dan harga BTC global. Investor lokal perlu memantau perkembangan ini, terutama terkait potensi efek domino di pasar crypto Indonesia yang sensitif terhadap pergerakan institusi besar.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.