
Harga Bitcoin dan Ethereum anjlok di tengah ketegangan Timur Tengah dan kerentanan Zcash. Bagaimana strategi investor lokal menghadapi volatilitas ini?
Pasar kripto global kembali diguncang dua faktor sekaligus: eskalasi konflik Iran-Israel dan temuan kerentanan keamanan di Zcash (ZEC). Bitcoin (BTC) terjun bebas di bawah $60.000 untuk pertama kalinya sejak Februari, sementara Ethereum (ETH) tersungkur ke level terendah dalam 13 bulan di kisaran $1.600.
Analis WarungWeb3 mencatat sentimen risiko yang memburuk pasca serangan drone Iran ke Israel akhir pekan lalu. "Kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS membuat aset berisiko seperti kripto jadi kurang menarik," jelas Dimas Ardiansyah, pakar pasar modal digital WarungWeb3. "Faktor geopolitik ini memperburuk koreksi yang sudah berlangsung sejak BTC gagal menembus $70.000."
๐ Baca Juga
Sementara itu, komunitas privacy coin gempar setelah tim developer Zcash mengonfirmasi bug kritis yang berpotensi membocorkan metadata transaksi. ZEC langsung kolaps 27% dalam 24 jam, menyeret sentimen pasar secara keseluruhan. "Ini mengingatkan kita pada risiko teknis yang sering diabaikan investor retail," tambah Dimas.
Bagi pemain Indonesia, volatilitas ini justru membuka peluang accumulation aset blue-chip. Data platform lokak seperti Tokocrypto dan Pintu menunjukkan peningkatan volume beli di kisaran $58.000โ$60.000 untuk BTC. "Kami melihat minat kuat pada staking ETH dan DeFi yield farming saat harga turun," ungkap perwakilan Pintu kepada WarungWeb3.
Outlook jangka pendek tetap berawan dengan resistensi BTC di $63.000 dan FUD seputar regulasi kripto global. Namun, para whale lokal diperkirakan akan memanfaatkan fase accumulation sebelum Bitcoin halving April mendatang.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.