
Prediction market Kalshi berhadapan dengan regulator AS di dua front berbeda, sementara platform Myriad manfaatkan Piala Dunia untuk kompetisi trading bernilai $100K.
Prediction market Kalshi kini menjadi sorotan setelah menggugat negara bagian Minnesota yang melarang operasinya. Konflik hukum ini terjadi bersamaan dengan tindakan CFTC (Commodity Futures Trading Commission) terhadap Rhode Island, memicu spekulasi bahwa kasus ini mungkin berakhir di Mahkamah Agung AS.
Menurut dokumen pengadilan, Kalshi mengajukan permohonan ke pengadilan federal untuk menghentikan pelarangan prediction market di Minnesota yang rencananya berlaku Agustus mendatang. "Ini adalah ujian penting bagi masa depan prediction market di AS," ujar seorang analis industri yang enggan disebutkan namanya.
📖 Baca Juga
Sementara itu di lanskap berbeda, platform prediction market Myriad justru memanfaatkan momentum Piala Dunia dengan menggelar kompetisi trading berhadiah $100K. Kompetisi ini menargetkan trader dan maker untuk memprediksi hasil pertandingan melalui mekanisme prediction market.
Pakar regulasi crypto Indonesia, Andi Wijaya, menyoroti perkembangan ini: "Kasus Kalshi vs Minnesota bisa jadi preseden penting. Di satu sisi regulator ingin melindungi konsumen, di sisi lain industri ingin berinovasi. Indonesia perlu belajar dari dinamika ini untuk menyusun regulasi Web3 yang seimbang."
Dengan dua perkembangan berseberangan ini, industri prediction market global menunjukkan wajah ganda: di satu sisi berjuang melawan regulator, di sisi lain terus berinovasi dengan produk menarik. Bagaimana akhir ceritanya? Mungkin kita perlu bertaruh di prediction market untuk tahu jawabannya.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.