
Pasar kripto global mengalami penurunan dengan market cap turun 2.21% dalam 24 jam, sementara indeks Fear & Greed menunjukkan sentimen investor yang masih takut.
Pasar kripto global kembali menunjukkan tanda-tanda lesu pada Sabtu, 16 Mei 2026, dengan total market cap turun 2.21% menjadi $2.72 triliun. Volume perdagangan 24 jam mencapai $97.26 miliar, menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi meskipun harga mayoritas aset mengalami penurunan.
Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar, turun 2.52% dalam 24 jam ke level $79,072, atau sekitar Rp 1,2 miliar (kurs Rp 15.200/USD). Dominasi BTC tetap tinggi di angka 58.2%, menunjukkan bahwa investor masih lebih memilih aset yang relatif aman dalam ketidakpastian pasar. Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan lebih dalam, turun 2.69% ke level $2,223.6, dengan dominasi yang stabil di 9.9%.
๐ Baca Juga
Di sisi altcoin, mayoritas aset mengalami penurunan signifikan. XRP menjadi top loser dengan penurunan 3.41%, diikuti oleh ADA (-3.22%) dan SOL (-3.16%). Sementara itu, stablecoin seperti USDC hanya naik 0.02%, menunjukkan bahwa investor lebih memilih untuk melindungi nilai aset mereka di tengah volatilitas pasar.
Sentimen investor masih berada di zona 'Fear' dengan indeks Fear & Greed di angka 43/100, meskipun sedikit membaik dari kemarin yang berada di level 34. Total Value Locked (TVL) di sektor DeFi juga turun 0.59% menjadi $84.54 miliar, mengindikasikan bahwa aktivitas di sektor ini masih tertekan.
Outlook untuk pasar kripto ke depan masih belum jelas. Investor Indonesia perlu memperhatikan pergerakan dominasi BTC dan ETH, serta sentimen global yang masih cenderung negatif. Selain itu, volatilitas yang tinggi mengharuskan investor untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio dengan aset yang lebih stabil seperti stablecoin.
Analisis Pasar
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Analisis data pasar harian โ original content WarungWeb3.