
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat tiga jenderal senior secara mendadak, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat Randy George, dalam gelombang pembersihan internal yang diwarnai kontroversi promosi berbasis diversity.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George beserta dua jenderal lain pada Kamis (3/4). Pemecatan ini terjadi setelah ketegangan berkepanjangan soal pemblokiran promosi empat perwira—termasuk dua perwira kulit hitam dan dua perempuan—dari daftar kenaikan pangkat.
Menurut sumber internal yang diwawancarai CBS News, Hegseth menginginkan pemimpin baru yang sejalan dengan visinya dan Presiden Trump untuk Angkatan Darat. Jenderal Christopher LaNeve, mantan ajudan militer Hegseth, ditunjuk sebagai pelaksana tugas menggantikan George yang mengundurkan diri secara efektif seketika.
Kementerian Pertahanan mengkonfirmasi melalui akun X: "Jenderal Randy A. George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 mulai hari ini. Kami berterima kasih atas puluhan tahun pengabdiannya." Tidak ada alasan resmi yang diberikan, namun The New York Times melaporkan George sempat meminta pertemuan dengan Hegseth untuk membahas promosi yang dibatalkan—permintaan yang ditolak mentah-mentah.
Selain George, dua jenderal lain yang dipecat adalah Jenderal David Hodne (Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan) dan Mayor Jenderal William Green Jr. (Kepala Chaplain). Sembilan pejabat AS yang diwawancarai NBC News menyebut insiden ini sebagai bagian dari pola pemecatan petinggi militer yang menolak kebijakan diversity, equity, and inclusion (DEI) ala Hegseth.
Kasus ini memantik debat panas di Washington tentang politisasi militer dan diskriminasi sistemik. Para kritikus menuding Hegseth mengorbankan profesionalisme militer demi agenda politik, sementara pendukungnya berargumen bahwa Angkatan Darat perlu kembali ke meritokrasi murni.