
MicroStrategy tambah gudang Bitcoinnya dengan investasi $255 juta, sementara pasar prediksi Polymarket beri 10% peluang perusahaan jual BTC tahun ini.
MicroStrategy, perusahaan teknologi yang dipimpin Michael Saylor, kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Dalam pembelian terbaru antara 20-26 April, mereka mengakuisisi 3.273 BTC senilai $255 juta dengan harga rata-rata $78.000 per koin. Langkah ini menggenapkan total kepemilikan perusahaan menjadi 818.334 BTC โ setara dengan sekitar 4% dari total pasokan Bitcoin yang akan pernah ada.
Menurut data dari CoinDesk, MicroStrategy kini memegang Bitcoin senilai $62 miliar dengan harga beli rata-rata $75.537 per BTC. Pembelian ini konsisten dengan strategi Saylor yang sejak 2020 menjadikan Bitcoin sebagai cadangan utama treasury perusahaan. "Ini bukan sekadar investasi, tapi proteksi nilai jangka panjang melawan inflasi," jelas Saylor dalam berbagai kesempatan.
๐ Baca Juga
Polymarket, platform prediksi berbasis crypto, memberi hanya 10% kemungkinan MicroStrategy akan menjual Bitcoinnya di tahun 2026. Angka ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap komitmen 'HODL' perusahaan. Analis WarungWeb3 mencatat, keputusan MicroStrategy ini juga menjadi sinyal bullish bagi pasar, terutama setelah Bitcoin halving yang baru saja terjadi.
Bagi investor Indonesia, aksi MicroStrategy patut dicermati sebagai studi kasus strategi alokasi aset digital skala institusi. Di tengah volatilitas pasar, pendekatan konsisten Saylor menunjukkan bahwa akumulasi Bitcoin secara bertahap bisa menjadi pilihan rasional untuk portofolio jangka panjang. Kedepan, semua mata akan tertuju pada apakah perusahaan akan mencapai target 1 juta BTC sebelum 2030.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.