
Brazil mengambil langkah tegas dengan memblokir 27 platform prediksi, termasuk Kalshi dan Polymarket, menyebut kontrak tersebut sebagai bentuk perjudian.
Brazil baru-baru ini mengeluarkan larangan besar-besaran terhadap 27 platform prediksi, termasuk Kalshi dan Polymarket. Langkah ini diambil oleh Kementerian Keuangan Brazil yang mengklasifikasikan banyak kontrak di platform tersebut sebagai bentuk perjudian. Larangan ini juga didasarkan pada kekhawatiran akan perlindungan investor dan meningkatnya kecanduan judi.
Kalshi dan Polymarket, dua platform prediksi terbesar berdasarkan volume perdagangan, kini menghadapi tantangan besar di Brazil. Polymarket bahkan telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan perdagangan perpetual futures (perps), yang memungkinkan trader mengambil posisi long atau short dengan leverage pada berbagai aset seperti Bitcoin, saham, dan emas tanpa tanggal kedaluwarsa tetap. Namun, langkah ini mungkin akan terhambat oleh larangan baru dari pemerintah Brazil.
📖 Baca Juga
Kasus menarik lainnya datang dari seorang tentara AS yang dituduh menggunakan intelijen militer rahasia untuk bertaruh di Polymarket. Tentara tersebut gagal melewati prosedur KYC (Know Your Customer) di Kalshi sebelum beralih ke Polymarket. Ini menunjukkan bahwa platform-platform ini tetap menjadi tempat bagi aktivitas yang dipertanyakan, meskipun telah ada upaya untuk meningkatkan keamanan.
Larangan ini mungkin akan berdampak besar pada industri crypto dan prediksi di Brazil. Sementara itu, Kalshi dan Polymarket terus berinovasi dengan masuk ke pasar perdagangan perpetual futures, menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti berkembang meskipun menghadapi tantangan regulasi. Bagaimana dampak larangan ini terhadap masa depan platform prediksi di Brazil, masih harus kita tunggu.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.