
Analisis terbaru Dune Analytics mengungkap kelemahan keamanan di LayerZero setelah KelpDAO menjadi korban peretasan senilai $290 juta oleh Lazarus Group.
Keamanan jaringan blockchain kembali menjadi sorotan setelah KelpDAO menjadi korban peretasan besar-besaran oleh kelompok peretas Lazarus asal Korea Utara. Menurut laporan terbaru Dune Analytics, 47% aplikasi terdesentralisasi (OApps) di LayerZero hanya menggunakan konfigurasi keamanan minimal 1-of-1 Decentralized Validator Network (DVN), membuatnya rentan terhadap serangan.
Peretasan yang terjadi pada 18 April 2026 ini menargetkan rsETH milik KelpDAO melalui kompromi dua node RPC LayerZero. Kelompok Lazarus menggunakan malware untuk memanipulasi data transaksi yang dikirim ke verifier LayerZero, sambil memastikan respons yang benar ke sistem monitoring. Setelah berhasil menipu verifier, peretas mampu mencetak rsETH senilai $290 juta tanpa dukungan aset yang memadai.
📖 Baca Juga
Analisis Dune Analytics terhadap 2.665 kontrak OApps aktif di LayerZero selama 90 hari terakhir mengungkapkan bahwa sebagian besar aplikasi masih menggunakan konfigurasi keamanan minimal. Hanya 5% OApps yang menerapkan konfigurasi 3-of-3 atau lebih tinggi, sementara 45% menggunakan konfigurasi 2-of-2.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan standar keamanan di ekosistem Web3. Dengan semakin kompleksnya ancaman keamanan siber, penggunaan konfigurasi DVN yang lebih kuat dan sistem monitoring yang lebih canggih menjadi kebutuhan mendesak. Masa depan Web3 bergantung pada kemampuan kita untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman dan dapat dipercaya.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.