
Layer-2 Arbitrum membekukan dana senilai $71 juta usai insiden eksploitasi Kelp DAO. Langkah ini melibatkan dewan keamanan dan otoritas hukum, sementara komunitas DeFi mempertanyakan peran LayerZero dalam skema restaking.
Jaringan layer-2 Arbitrum secara resmi membekukan 30.766 ETH (senilai $71 juta) yang terkait dengan eksploitasi protokol Kelp DAO. Keputusan ini diambil oleh Dewan Keamanan Arbitrum setelah berkonsultasi dengan penegak hukum, seperti diungkapkan anggota dewan Griff Green. Dana dialihkan ke wallet perantara yang hanya bisa diakses melalui mekanisme governance lebih lanjut.
Insiden ini mencuat setelah Kelp DAO—protokol liquid restaking—menyatakan bahwa setelan default infrastruktur LayerZero menjadi pemicu kebocoran dana mencapai $290 juta. Kelp DAO menegaskan bahwa verifier yang dikompromikan merupakan bagian dari sistem LayerZero, bukan kesalahan konfigurasi internal mereka.
đź“– Baca Juga
Bagi investor dan developer Web3 Indonesia, kasus ini menyoroti risiko tersembunyi dalam integrasi multichain dan dependensi pada pihak ketiga. "Ini peringatan untuk lebih kritis memeriksa dependensi smart contract, bahkan dari provider ternama sekalipun," komentar Devina, salah satu kontributor lokal di proyek DeFi.
Meski pembekuan dana oleh Arbitrum dianggap sebagai langkah darurat yang perlu, komunitas masih mempertanyakan solusi jangka panjang untuk restitusi korban. Beberapa pihak mendorong transparansi lebih besar dari LayerZero terkait audit keamanan default setting-nya. Sementara itu, para ahli menyarankan investor untuk mempelajari pola insiden serupa sebelum berpartisipasi dalam proyek restaking atau liquid staking.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.