
CEO CME Terrence Duffy menentang persetujuan CFTC atas produk futures perpetual Kalshi, klaim melanggar aturan Dodd-Frank.
Terrence Duffy, CEO Chicago Mercantile Exchange (CME), mengumumkan rencana perusahaan untuk menggugat Commodity Futures Trading Commission (CFTC) terkait persetujuan produk futures perpetual milik Kalshi. Menurut Duffy, produk tersebut tidak memenuhi definisi "swap" dalam Dodd-Frank Act dan seharusnya tidak disetujui.
Perselisihan ini menyoroti ketegangan regulasi di industri DeFi dan derivatif crypto. Kalshi, platform prediksi berbasis blockchain, mendapat lampu hijau CFTC untuk menawarkan kontrak futures perpetual—produk yang biasanya terkait dengan pasar crypto seperti Bitcoin dan Ethereum.
📖 Baca Juga
Analis WarungWeb3 melihat ini sebagai ujian bagi kerangka regulasi DeFi tradisional. "Ini bukan sekadar sengketa hukum, tapi pertarungan filosofis antara sistem keuangan lama dan inovasi Web3," jelas salah satu pakar kami. CME, sebagai exchange tradisional, mungkin merasa terancam dengan masuknya pemain baru seperti Kalshi.
Pihak Kalshi belum memberikan komentar resmi. Namun, komunitas crypto menilai kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi masa depan regulasi produk DeFi di AS. Jika CME menang, CFTC mungkin akan lebih ketat dalam menyetujui produk serupa di masa depan.
Perkembangan kasus ini layak diikuti, terutama oleh proyek-proyek DeFi Indonesia yang berpotensi terdampak perubahan regulasi global. Keputusan akhir bisa mempengaruhi bagaimana otoritas di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memandang inovasi di ruang crypto dan Web3.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.