
Kentucky melangkah lebih jauh dengan menggugat Polymarket dan Kalshi, menambah ketegangan dalam regulasi pasar prediksi berbasis crypto di AS.
Kentucky resmi menggugat platform prediksi berbasis crypto, Polymarket dan Kalshi, bersama mitra mereka seperti Coinbase, Robinhood, dan Webull. Gugatan ini muncul karena platform tersebut dianggap menawarkan kontrak terkait acara olahraga tanpa izin di negara bagian tersebut. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam perdebatan regulasi seputar pasar prediksi yang semakin populer di dunia crypto.
Gugatan Kentucky ini juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah perbedaan pandangan politik. Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa negara bagian seharusnya tidak ikut campur dalam urusan perusahaan seperti Kalshi dan Polymarket. Namun, Kentucky, yang dikenal sebagai negara bagian Republik (GOP), justru mengambil langkah sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa isu regulasi crypto bisa menjadi medan pertempuran politik yang kompleks.
📖 Baca Juga
Di sisi lain, industri gaming, kelompok suku asli, dan serikat pekerja juga ikut mendesak Senat AS untuk melarang pasar prediksi olahraga dalam undang-undang struktur pasar crypto yang sedang dibahas. American Gaming Association (AGA) memimpin koalisi ini, yang secara khusus menargetkan Kalshi dan Polymarket. Mereka berargumen bahwa pasar prediksi semacam ini bisa mengganggu industri gaming tradisional dan menimbulkan risiko keuangan bagi konsumen.
Sementara itu, Kalshi berupaya meningkatkan sistem pengawasan pasar prediksi mereka dengan menambahkan mitra software baru. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan dari regulator negara bagian dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang memperdebatkan pengawasan kontrak berbasis acara. Di sisi lain, industri crypto juga dikejutkan oleh keputusan Illinois yang mengenakan pajak baru sebesar 0,2% untuk aktivitas bisnis yang melibatkan aset digital dalam anggaran negara bagian mereka.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa pasar prediksi berbasis crypto masih menghadapi tantangan regulasi yang signifikan. Di satu sisi, ada dorongan untuk melindungi konsumen dan industri tradisional, sementara di sisi lain, ada upaya untuk mempertahankan inovasi dan kebebasan dalam ekosistem crypto. Bagaimana pemerintah AS akan menyeimbangkan kedua kepentingan ini akan menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan mendatang.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.