
Bitcoin kembali menunjukkan ketidakstabilannya dengan jatuh di bawah $70.000, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor kripto Indonesia.
Bitcoin, aset kripto terbesar di dunia, kembali menunjukkan ketidakstabilannya dengan jatuh di bawah level psikologis $70.000. Penurunan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, menandai struktur bullish yang mulai retak. Menurut analisis terbaru, $69.000 menjadi level kunci yang harus diperhatikan, karena jika Bitcoin gagal mempertahankan level ini, potensi koreksi lebih dalam bisa terjadi.
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab penurunan ini. Pertama, adanya arus keluar institusional yang mencapai lebih dari $3 miliar dalam 20 hari terakhir. Kedua, aktivitas 'paus' atau investor besar yang mencapai level tertinggi dalam enam minggu terakhir, menunjukkan bahwa mereka mungkin sedang mengambil keuntungan atau mengurangi eksposur mereka terhadap Bitcoin.
📖 Baca Juga
Selain Bitcoin, aset kripto lain seperti XRP juga mengalami tekanan besar. XRP jatuh hingga 4% di bawah $1.30, mencapai level terendah dalam 15 minggu. Penurunan ini terjadi meskipun ada arus keluar dari bursa, yang biasanya menjadi indikator positif bagi harga aset kripto.
Di sisi lain, pasar saham yang sedang berhenti sejenak juga memberikan tekanan tambahan pada pasar kripto. Pengumuman penjualan Bitcoin oleh Strategy melalui filing 8-K turut memberikan sentimen negatif yang berkelanjutan terhadap harga Bitcoin.
Meskipun demikian, para analis masih optimis bahwa Bitcoin bisa kembali ke jalur bullish jika mampu mempertahankan level kunci $69.000. Namun, investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan indikator teknis serta sentimen pasar yang berkembang. Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, langkah bijaksana adalah melakukan diversifikasi portofolio dan tidak terlalu agresif dalam mengambil risiko.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.