
BitMine (BMNR) dan MicroStrategy membuat langkah kontroversial dengan menjual sebagian aset kripto mereka, memicu reaksi beragam di pasar.
Dua perusahaan publik besar yang aktif berinvestasi di aset kripto, BitMine (BMNR) dan MicroStrategy, baru-baru ini membuat langkah mengejutkan dengan mengurangi sebagian holding kripto mereka. Keputusan ini muncul di tengah volatilitas pasar yang terus berlanjut, memicu pertanyaan tentang strategi institusi di ruang kripto.
BitMine (BMNR), yang dikenal agresif mengakumulasi Ethereum, tercatat memegang 5,42 juta ETH senilai $10,8 miliar. Namun, nilai saham perusahaan justru anjlok 33% meski 87% aset ETH mereka di-staking melalui MAVAN. Perusahaan ini bahkan menargetkan menguasai 5% dari total pasokan Ethereum.
📖 Baca Juga
Sementara itu, MicroStrategy pimpinan Michael Saylor membuat kejutan dengan menjual 32 BTC senilai $2,5 juta - penjualan pertama sejak 2022. Perusahaan yang dikenal dengan kebijakan "never sell" Bitcoin ini menggunakan dana hasil penjualan untuk pembayaran dividen saham preferen. MicroStrategy tetap memegang 843.706 BTC, mempertahankan posisinya sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar.
Langkah kedua perusahaan ini memicu reaksi beragam di pasar. Harga saham BitMine langsung merosot, sementara harga Bitcoin sempat terkoreksi ke level $72.000 setelah pengumuman MicroStrategy. Analis memprediksi aksi profit-taking ini bisa menjadi sinyal kehati-hatian institusi di tengah ketidakpastian regulasi dan fluktuasi pasar.
Ke depan, pasar akan mengamati apakah tren penjualan oleh perusahaan publik akan berlanjut atau ini hanya strategi jangka pendek. Bagi investor ritel di Indonesia, perkembangan ini mengingatkan pentingnya diversifikasi dan manajemen risiko dalam berinvestasi kripto, terutama di tengah volatilitas tinggi.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.