
Gubernur baru Bank of Korea (BOK) Shin Hyun-song menggarisbawahi pentingnya CBDC dan token bank dalam pidato pertamanya, sementara stablecoin tidak disebutkan.
Bank of Korea (BOK) di bawah kepemimpinan gubernur barunya, Shin Hyun-song, menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) dan token bank dalam pidato pertamanya. Namun, stablecoin sama sekali tidak disebutkan, menandakan arah kebijakan yang selektif terhadap aset kripto.
Shin menyatakan bahwa BOK akan meningkatkan pengawasan terhadap pasar kripto dan sektor keuangan non-bank. Langkah ini diiringi dengan rencana modernisasi pasar valuta asing untuk perdagangan 24 jam, menunjukkan upaya integrasi teknologi finansial terkini. Fokus pada CBDC dan token bank mencerminkan strategi bank sentral untuk memanfaatkan blockchain tanpa mengakomodasi stablecoin yang dianggap berisiko tinggi.
📖 Baca Juga
Analis menilai absennya pembahasan stablecoin dalam pidato Shin sebagai sinyal kehati-hatian BOK. Regulator Korea Selatan selama ini dikenal ketat dalam mengawasi stablecoin, terutama yang dikaitkan dengan aset volatil seperti kripto. Di sisi lain, dukungan untuk CBDC dan token bank menunjukkan preferensi terhadap solusi yang lebih terkendali dan terhubung dengan sistem perbankan tradisional.
Pergeseran kebijakan ini terjadi di tengah meningkatnya minyak global terhadap digitalisasi mata uang. Korea Selatan sendiri telah aktif menguji CBDC sejak 2021, dengan rencana peluncuran bertahap pada 2024-2025. Ke depan, BOK kemungkinan akan memperdalam kolaborasi dengan sektor swasta untuk mengembangkan infrastruktur pendukung, sambil tetap menjaga kewaspadaan terhadap risiko pasar kripto yang tidak teregulasi.
Langkah BOK ini bisa menjadi referensi bagi otoritas Indonesia yang juga sedang mengeksplorasi Digital Rupiah. Perbedaan pendekatan terhadap stablecoin mungkin akan memicu diskusi lebih lanjut tentang kerangka regulasi yang ideal untuk ekosistem Web3 di Asia Tenggara.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.