
Mantan CEO BitMEX hengkang dari dua proyek Web3 besar, sebut risiko geopolitik dan persaingan AI sebagai alasan utama. Bagaimana reaksi komunitas lokal?
Arthur Hayes, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia crypto, membuat kejutan dengan mengumumkan penjualan seluruh aset HYPE dan NEAR Protocol miliknya. Langkah ini langsung mengguncang pasar DeFi global, termasuk Indonesia yang memiliki basis investor NEAR cukup signifikan.
Dalam thread X (Twitter) pada 4 Juni, Hayes menjelaskan tiga faktor utama keputusannya: eskalasi konflik Iran-Israel, melambungnya harga minyak mentah, dan gelombang IPO perusahaan AI yang dinilainya mengancam aliran modal ke crypto. "Ini soal manajemen risiko jangka pendek," tulis mantan CEO BitMEX itu.
📖 Baca Juga
Komunitas Web3 Indonesia bereaksi beragam. Beberapa trader mengaku ikut melakukan profit taking, sementara builder di ekosistem NEAR justru melihat ini sebagai peluang akumulasi. "NEAR punya use case kuat di Indonesia, mulai dari pembayaran digital hingga sertifikat tanah berbasis blockchain," kata Devina, salah satu pengembang NEAR di Jakarta.
Analis WarungWeb3 mencatat, keputusan Hayes mungkin berdampak sementara pada sentimen pasar. Namun, fundamental proyek-proyek Web3 berbasis komunitas seperti NEAR tetap kuat, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia. Perhatian kini beralih ke bagaimana proyek-proyek ini beradaptasi dengan tantangan makroekonomi baru.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.