
Aave mengajukan gugatan darurat untuk mencabut pembekuan aset ETH senilai $71 juta yang terkait dengan kasus Kelp DAO.
Aave, perusahaan pengembang perangkat lunak di balik protokol DeFi Aave, baru saja mengajukan gugatan darurat ke Pengadilan Distrik Selatan New York. Gugatan ini bertujuan untuk mencabut pemberlakuan pembekuan aset ETH senilai $71 juta yang terkait dengan kasus Kelp DAO. Aset tersebut sebelumnya dipulihkan setelah insiden pada 18 April lalu.
Dalam dokumen gugatannya, Aave menyatakan bahwa pembekuan aset tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Mereka menegaskan bahwa seorang pencuri tidak bisa mendapatkan kepemilikan sah atas aset yang dicuri. Argumen hukum yang diajukan oleh Gerstein Harrow, yang menjadi dasar pembekuan, dinilai Aave sebagai sesuatu yang "bertentangan dengan logika, akal sehat, dan hukum".
📖 Baca Juga
Kasus ini bermula ketika Arbitrum DAO menerima pemberitahuan pembekuan aset dari Gerstein Harrow minggu lalu. Pembekuan tersebut menyebabkan aset ETH yang dipulihkan dari kasus Kelp DAO tidak dapat diakses. Aave, sebagai pihak yang berkepentingan, merasa bahwa tindakan ini menghambat proses hukum yang sedang berjalan dan merugikan pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem DeFi.
Insiden ini menyoroti kembali kompleksitas hukum dalam dunia DeFi, di mana kepemilikan dan hak atas aset digital sering kali menjadi bahan perdebatan. Aave berharap bahwa pengadilan akan segera mengambil keputusan yang adil untuk memastikan bahwa aset tersebut dapat dikelola sesuai dengan hukum dan kesepakatan yang berlaku.
Perkembangan kasus ini akan terus diikuti oleh komunitas crypto, terutama di Indonesia, mengingat semakin besarnya minat terhadap DeFi dan aset digital. WarungWeb3 akan terus memberikan update terbaru terkait kasus ini dan dampaknya terhadap ekosistem DeFi global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.