
Senat AS sahkan kompromi aturan stablecoin yield CLARITY Act, sementara DeFi catat rekor peretasan $635 juta di April.
Komunitas kripto global menyambut positif disahkannya kompromi aturan stablecoin yield dalam CLARITY Act oleh Senat AS, sementara di sisi lain platform DeFi justru mencatat rekor peretasan terburuk sepanjang sejarah dengan kerugian mencapai $635 juta hanya dalam bulan April.
CoinDesk melaporkan, paket kompromi CLARITY Act mengharuskan perusahaan mengubah model reward dari 'beli dan tahan' menjadi 'beli dan gunakan'. Meski mendapat dukungan industri, Crypto Council for Innovation (CCI) menyoroti kekhawatiran atas larangan yang terlalu luas dalam aturan ini. Pengesahan ini turut memicu kenaikan harga Bitcoin kembali ke level $78.000 setelah sempat terkoreksi ke $75.500.
📖 Baca Juga
Alex Thorn dari Galaxy Digital memprediksi perlawanan sengit dari industri perbankan menyusul finalisasi aturan yield stablecoin ini. 'Ini saatnya bagi industri kripto untuk menunjukkan taring,' ujarnya kepada CoinTelegraph.
Di tengah euforia regulasi, The Defiant mencatat bulan April sebagai periode paling kelam bagi ekosistem DeFi dengan 28 kasus peretasan yang menyedot $635,2 juta - empat kali lipat dari total kerugian sepanjang kuartal pertama 2024. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya dan menunjukkan kerentanan sistem yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Analis WarungWeb3 melihat dua perkembangan ini sebagai gambaran paradoks industri kripto: di satu sisi kemajuan regulasi yang semakin matang, di sisi lain tantangan keamanan yang justru semakin kompleks. 'Ini wake-up call bagi proyek DeFi di Indonesia untuk memperketat audit keamanan sembari memantau perkembangan CLARITY Act yang bisa jadi benchmark regulasi global,' pungkasnya.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.