
Western Union meluncurkan stablecoin USDPT di jaringan Solana, menandai langkah besar fintech tradisional masuk ke dunia DeFi dengan dukungan regulasi penuh.
Western Union, raksasa remittance konvensional, resmi meluncurkan stablecoin USDPT di blockchain Solana. Langkah ini menjadikan mereka salah satu perusahaan fintech tradisional pertama yang mengadopsi teknologi blockchain secara penuh untuk layanan keuangan global.
USDPT dirancang sebagai digital dollar yang sepenuhnya di-backing aset fiat dan diawasi regulator. Solana dipilih karena kecepatan transaksi dan biaya gas yang rendah โ faktor krusial untuk bisnis remittance yang mengandalkan volume tinggi. Menurut rilis resmi, integrasi ini memungkinkan pengiriman uang lintas batas dalam hitungan detik dengan fee 80% lebih murah dari sistem tradisional.
๐ Baca Juga
Di sisi lain, Anchorage Digital dan M0 juga mengumumkan kemitraan untuk menyediakan infrastruktur stablecoin berbasis regulasi AS. Ini menunjukkan tren semakin banyaknya institusi legacy yang masuk ke ruang crypto melalui stablecoin โ jembatan antara keuangan tradisional dan DeFi.
Analis memprediksi gelombang baru institutional adoption akan menyusul, terutama setelah kesuksesan Western Digital (WDC) yang sahamnya melonjak 160% tahun ini berkat adopsi teknologi penyimpanan data untuk AI dan blockchain. "2024 adalah tahun di mana fintech tradisional dan crypto akhirnya bersatu," kata James Obande dari CoinCentral.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru untuk pengiriman uang dari luar negeri yang lebih efisien. Namun tantangan regulasi dan literasi digital tetap menjadi penghalang utama.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.