
Prediction market seperti Polymarket dan Kalshi menghadapi pengetatan global, mulai dari AS hingga Indonesia, karena masalah regulasi dan potensi pelanggaran hukum.
Prediction market, platform berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa dunia nyata, kini menghadapi tekanan regulasi di berbagai negara. Mulai dari Amerika Serikat hingga Indonesia, pemerintah mulai mengambil sikap tegas terhadap platform seperti Polymarket dan Kalshi.
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menegaskan pentingnya otoritas tunggal Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi prediction market. Namun, investigasi New York Times mengungkap bahwa beberapa pejabat CFTC yang mempertanyakan pendekatan lembaga ini justru diberhentikan dari posisinya. Hal ini menunjukkan dinamika internal yang kompleks dalam regulasi prediction market di AS.
📖 Baca Juga
Sementara itu, di Eropa, Spanyol menjadi negara terbaru yang memblokir operasi Polymarket dan Kalshi. Pemerintah Spanyol mengklaim bahwa platform ini melanggar undang-undang perjudian karena beroperasi tanpa izin resmi. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana banyak negara mulai membatasi atau melarang prediction market karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan dan aktivitas ilegal.
Di Indonesia, Polymarket diblokir setelah munculnya pasar taruhan terkait kemungkinan presiden Joko Widodo mengakhiri masa jabatannya lebih awal. Meski belum ada penjelasan resmi dari pemerintah, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mencegah penyebaran informasi yang dapat memicu ketidakstabilan politik.
Dengan semakin ketatnya regulasi di berbagai negara, masa depan prediction market tampaknya akan bergantung pada kemampuan platform ini untuk beradaptasi dengan aturan lokal dan membangun kepercayaan regulator. Sementara itu, pengguna diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih platform yang aman dan legal untuk berpartisipasi dalam aktivitas ini.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.