
Uniswap (UNI) mengalami penurunan harga hingga -11.41% dalam 24 jam, menandakan tekanan bearish yang kuat. Apa yang perlu diperhatikan investor?
Uniswap (UNI), salah satu token DeFi terkemuka, hari ini tercatat mengalami tekanan bearish yang cukup signifikan dengan penurunan harga hingga -11.41% dalam 24 jam. Harga UNI saat ini berada di level $3.18, jauh dari All-Time High (ATH) $44.92 yang pernah dicapai pada tahun 2021. Apa yang sebenarnya terjadi dengan UNI, dan mengapa investor Indonesia perlu memperhatikannya?
Dalam tujuh hari terakhir, UNI telah mengalami penurunan sebesar -9.91%, sementara dalam 30 hari, penurunan mencapai -18.79%. Jarak dari ATH kini mencapai -92.93%, menunjukkan bahwa UNI masih jauh dari puncak kejayaannya. Meskipun demikian, volume perdagangan 24 jam mencapai $482.29 juta, menunjukkan bahwa UNI masih memiliki likuiditas yang cukup tinggi.
Bagi investor Indonesia, UNI menarik karena beberapa alasan. Pertama, Uniswap adalah salah satu protokol DeFi terbesar di Ethereum dengan total nilai terkunci (TVL) yang signifikan. Kedua, sebagai token governance, UNI memberikan hak kepada pemegangnya untuk mempengaruhi keputusan penting dalam protokol. Namun, dengan penurunan harga yang tajam, investor perlu mempertimbangkan risiko volatilitas dan potensi penurunan lebih lanjut.
Uniswap adalah Automated Market Maker (AMM) yang memungkinkan pengguna untuk menukar token ERC-20 tanpa perantara. Protokol ini menggunakan model liquidity pool yang memungkinkan siapa saja untuk menyediakan likuiditas dan mendapatkan imbal hasil. Keunikan Uniswap terletak pada desentralisasi dan kemudahan penggunaannya. Namun, Uniswap menghadapi persaingan ketat dari DEX lain seperti PancakeSwap dan Curve Finance.
Coin Spotlight
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Analisis koin pilihan harian — original content WarungWeb3.