
Tether resmi meluncurkan dompet digital self-custodial dengan dukungan multi-aset, termasuk USDT dan Bitcoin, plus fitur backup cloud yang aman.
Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT, baru saja meluncurkan tether.wallet โ dompet kripto self-custodial yang mendukung berbagai aset digital seperti USDT, Bitcoin, XAUT (token emas), dan USAT. Dompet ini diklaim sebagai solusi inklusif untuk pengguna global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Yang menarik, wallet ini menggunakan Wallet Development Kit (WDK) berbasis open-source dan menawarkan opsi backup kunci privat via cloud. Fitur ini langka di dompet self-custodial yang biasanya mengharuskan pengguna menyimpan seed phrase secara manual. CEO Tether Paolo Ardoino menyebut produk ini sebagai "Dompet Rakyat" yang bertujuan mempermudah transaksi kripto sehari-hari.
๐ Baca Juga
Bagi pasar Indonesia, kehadiran tether.wallet bisa menjadi alternatif menarik. Fitur multi-chain memungkinkan pengiriman aset lintas blockchain tanpa gas token tambahan โ cocok untuk pengguna yang sering bertransaksi USDT di jaringan berbeda seperti TRON atau Ethereum. Dompet ini juga menawarkan kontrol penuh atas aset (self-custody), mengurangi ketergantungan pada exchange sentralisasi yang rentan pembekuan dana.
Meski demikian, pengguna perlu waspada dengan risiko self-custody seperti kehilangan akses jika lupa kredensial. Tether menyertakan panduan keamanan dasar dalam aplikasi, termasuk saran untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor. Ke depan, inisiatif ini bisa memperkuat adopsi stablecoin di sektor remittance dan UMKM digital tanah air.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.