
Issuer stablecoin Eropa StablR jadi korban exploitasi $2.8 juta yang menyebabkan depegging token EURR dan USDR. Diduga akibat kompromi private key di multisig wallet.
StablR, penerbit stablecoin berbasis Eropa yang di-backing Tether, menjadi sorotan setelah mengalami serangan exploitasi yang menguras $2.8 juta dari kontrak mintingnya. Insiden ini langsung berdampak pada anjloknya nilai dua stablecoin andalannya, EURR (euro-pegged) dan USDR (dollar-pegged), di bawah harga patokannya.
Menurut laporan awal dari firma keamanan blockchain Blockaid, penyebabnya diduga kuat karena bocornya private key salah satu pemegang akses di akun multisig yang mengontrol proses minting. Multisig (multi-signature) sendiri adalah mekanisme keamanan kripto yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak sebelum transaksi dieksekusi.
๐ Baca Juga
"Ini kasus klasik dimana sistem keamanan layer pertama (multisig) justru menjadi titik lemah karena human error," jelas pakar keamanan Web3 Indonesia yang enggan disebutkan namanya. "Di DeFi, private key adalah nyawa. Sekali bocor, bisa kolaps seluruh sistem."
StablR sendiri belum merilis pernyataan resmi terkait langkah pemulihan atau kompensasi bagi pengguna. Namun insiden ini kembali memicu perdebatan tentang trade-off antara desentralisasi dan keamanan di ekosistem stablecoin. Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya stablecoin alami depegging โ kasus serupa pernah terjadi pada USDT (2017) dan UST (2022) dengan skala lebih masif.
Untuk investor lokal, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memeriksa faktor keamanan dan struktur governance sebelum berinvestasi di produk-produk stablecoin, terutama yang berasal dari proyek kurang teraudit. Di tengah tren adopsi stablecoin yang meningkat di Indonesia, literasi risiko semacam ini justru kian krusial.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI โ Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.