
Shinhan Card berkolaborasi dengan Solana Foundation untuk menguji sistem pembayaran stablecoin di Korea Selatan, menandai langkah maju dalam adopsi blockchain di industri finansial.
Shinhan Card, salah satu perusahaan kartu kredit terbesar di Korea Selatan, baru saja menjalin kemitraan dengan Solana Foundation untuk menguji coba sistem pembayaran menggunakan stablecoin. Uji coba ini dilakukan pada jaringan testnet Solana dan bertujuan untuk mengevaluasi keamanan serta stabilitas sistem pembayaran berbasis blockchain. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa industri finansial Korea Selatan semakin serius dalam mengadopsi teknologi blockchain.
Menurut sumber dari Bitcoin Ethereum News, Shinhan Card fokus pada pengujian teknologi dompet non-custodial dan integrasi oracle yang menghubungkan data transaksi dunia nyata ke blockchain Solana. Hal ini memungkinkan penerapan smart contract yang lebih efisien dalam sistem pembayaran. Langkah ini sejalan dengan persiapan Korea Selatan dalam menghadapi penerapan Digital Asset Basic Act yang akan mengatur aset digital di negara tersebut.
📖 Baca Juga
Tidak hanya di Korea Selatan, penggunaan stablecoin juga menjadi perhatian di negara lain seperti Australia. CoinTelegraph melaporkan bahwa pemerintah Australia sedang merancang visi pembayaran domestik yang mencakup interoperabilitas stablecoin dan tokenisasi mata uang fiat. Hal ini menunjukkan tren global yang semakin mendorong adopsi stablecoin dalam sistem keuangan tradisional.
Di sisi lain, Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, juga telah meluncurkan fitur pembayaran stablecoin bagi para konten kreator di beberapa negara, termasuk Kolombia dan Filipina. Menurut Decrypt dan The Defiant, Meta menggunakan stablecoin USDC yang dapat diterima melalui jaringan Solana atau Polygon. Langkah ini menandai kembalinya Meta ke dunia mata uang digital setelah sebelumnya menghentikan proyek Libra pada 2019.
Dengan berbagai inisiatif ini, terlihat jelas bahwa stablecoin semakin diintegrasikan ke dalam berbagai sistem pembayaran global. Bagi Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi pelajaran penting dalam mempercepat adopsi teknologi blockchain dan menciptakan ekosistem finansial yang lebih inklusif dan efisien.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.