
Meta memperkenalkan fitur pembayaran stablecoin USDC untuk kreator di Filipina dan Kolombia, bekerja sama dengan Stripe dan jaringan Polygon serta Solana.
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, resmi meluncurkan fitur pembayaran stablecoin USDC untuk kreator konten di Filipina dan Kolombia. Langkah ini menandai kembalinya raksasa media sosial ke dunia aset digital setelah proyek Libra dihentikan empat tahun lalu. Pembayaran dapat diterima melalui jaringan Solana atau Polygon, dengan dukungan infrastruktur dari Stripe.
Menurut halaman bantuan Meta, kreator yang memenuhi syarat dapat memilih untuk menerima pembayaran dalam bentuk USDC dengan menghubungkan dompet digital seperti MetaMask atau Phantom ke akun payout Facebook. Polygon menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari "Open Money Stack" yang bertujuan memperluas akses keuangan global, dengan dukungan off-ramp di lebih dari 150 negara.
📖 Baca Juga
Peluncuran ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya adopsi stablecoin di sektor pembayaran global. Visa baru saja mengumumkan perluasan program settlement stablecoin-nya ke sembilan blockchain, termasuk Polygon dan Base. Volume transaksi pilot program Visa telah mencapai $7 miliar dengan pertumbuhan kuartalan sebesar 50%.
Bagi industri crypto Indonesia, langkah Meta ini bisa menjadi sinyal positif untuk integrasi lebih dalam antara platform sosial media dan ekosistem Web3. Meski belum tersedia di Indonesia, fitur pembayaran stablecoin untuk kreator berpotensi membuka jalan bagi model monetisasi baru di era ekonomi digital.
Ke depan, kolaborasi antara perusahaan teknologi tradisional dan infrastruktur crypto seperti ini diperkirakan akan semakin intensif. Dengan dukungan dari pemain besar seperti Visa dan Stripe, stablecoin mulai menunjukkan traksi nyata sebagai alat settlement lintas batas yang efisien.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.