
Platform prediksi berbasis crypto seperti Polymarket diblokir Spanyol karena melanggar aturan perjudian. Indonesia sendiri pernah menutup pasar serupa terkait isu politik.
Spanyol menjadi negara terbaru yang memblokir platform prediksi decentralized seperti Polymarket dan Kalshi. Langkah ini diambil oleh regulator setempat karena dianggap melanggar undang-undang perjudian, terutama terkait operasi tanpa izin dan kurangnya perlindungan untuk pengguna rentan seperti minoritas.
Kasus serupa pernah terjadi di Indonesia awal tahun ini ketika pasar prediksi terkait masa jabatan Presiden Prabowo Subianto diblokir. Meski tak secara resmi dikategorikan sebagai perjudian, aktivitas spekulasi politik dianggap berpotensi mengganggu stabilitas.
📖 Baca Juga
Menurut CoinDesk, larangan di Spanyol mencerminkan tren global pengawasan ketat terhadap prediction markets. Beberapa negara khawatir platform ini bisa disalahgunakan untuk manipulasi pasar atau penyebaran informasi sensitif. CoinTelegraph mencatat, setidaknya 5 negara Eropa telah membatasi layanan serupa sepanjang 2024.
Persoalan regulasi prediction markets juga memicu kontroversi di AS. The Defiant melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang di CFTC (badan pengawas komoditas AS) terkait investigasi kasus Polymarket. Dua petinggi CFTC dikabarkan dipecat setelah mempertanyakan kebijakan lembaga tersebut.
Para analis Web3 menyarankan perlunya framework regulasi yang jelas untuk prediction markets. Tanpa payung hukum yang adaptif, inovasi di sektor DeFi berisiko terhambat oleh kebijakan yang reaktif.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.