
MARA Holdings luncurkan inisiatif keamanan blockchain untuk antisipasi serangan quantum computing, sementara Solana kembangkan solusi serupa.
MARA Holdings, perusahaan mining Bitcoin ternama, meluncurkan MARA Foundation dalam Bitcoin 2026 Conference di Las Vegas. Inisiatif ini fokus pada penelitian ancaman quantum computing terhadap jaringan Bitcoin, sekaligus mendanai pengembangan infrastruktur open source.
CEO Fred Thiel menegaskan pentingnya antisipasi dini: "Bitcoin tidak kebal dari ancaman teknologi masa depan, termasuk komputer quantum yang bisa memecahkan enkripsi kriptografi." Foundation ini akan memberikan grant $100.000 untuk proyek-proyek keamanan blockchain.
📖 Baca Juga
Di sisi lain, developer Solana juga merespons ancaman serupa. Dua tim inti Anza dan Jump Crypto's Firedancer mengusulkan solusi Falcon - signature digital baru yang tahan quantum. Langkah paralel ini menunjukkan industri crypto mulai serius menghadapi tantangan masa depan.
WarungWeb3 melihat perkembangan ini sebagai alarm bagi ekosistem blockchain Indonesia. "Kita tidak bisa hanya fokus pada trading dan DeFi semata. Riset keamanan jangka panjang harus jadi prioritas," kata analis kami. Ancaman quantum computing diprediksi mulai relevan dalam 10-15 tahun mendatang.
Dengan MARA Foundation memimpin di Bitcoin dan Solana berinovasi di sisi signature, perlombaan mengamankan Web3 dari ancaman quantum telah dimulai. Indonesia perlu berpartisipasi aktif sebelum tertinggal.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.