
Coinbase memperkenalkan alat baru yang memungkinkan agen AI melakukan trading dan pembayaran crypto secara mandiri, sambil mengungkap transaksi stablecoin mencapai $1T per tahun.
Coinbase, salah satu exchange crypto terbesar di dunia, baru saja meluncurkan fitur revolusioner yang memungkinkan Artificial Intelligence (AI) melakukan trading dan pembayaran secara otomatis. Produk bernama 'Coinbase for Agents' ini dirancang untuk membantu pengguna mengelola portofolio crypto tanpa perlu pengawasan manual terus-menerus.
Menurut pengumuman resmi, alat ini akan memungkinkan agen AI (seperti chatbot atau LLM) untuk menjalankan berbagai tugas termasuk pembelian aset kripto, pembayaran berbasis stablecoin, hingga manajemen portofolio. Semua aktivitas tetap beroperasi dalam batasan yang ditentukan pengguna, menjaga kontrol penuh di tangan pemilik akun.
📖 Baca Juga
Fitur ini muncul di saat yang tepat. CEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan bahwa platformnya telah memproses transaksi stablecoin senilai $1 triliun secara tahunan. Angka ini menunjukkan betapa stabilnya adopsi stablecoin sebagai alat pembayaran dalam ekosistem crypto.
Bagi pasar Indonesia, inovasi ini bisa menjadi game-changer. Dengan fitur AI agent, trader lokal bisa mengoptimalkan strategi trading 24/7 tanpa khawatir melewatkan peluang di tengah perbedaan zona waktu. Namun, WarungWeb3 mengingatkan pentingnya tetap memahami risiko DeFi dan volatilitas crypto meskipun menggunakan automasi.
Kedepannya, integrasi AI dan blockchain diperkirakan akan semakin erat. Coinbase sendiri menyebut produk ini sebagai langkah awal menuju era baru dimana asisten digital akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berinvestasi crypto.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.