
Eskalasi militer AS-Iran memicu ketidakpastian pasar, namun Bitcoin justru rebound di atas $68.000 sebagai safe-haven asset.
Gejolak geopolitik kembali menjadi penggerak pasar crypto pekan ini. Setelah sempat terkoreksi, Bitcoin (BTC) rebound ke level $68.000 didorong kombinasi faktor risiko geopolitik dan pemulihan sentimen pasar. Analis mencatat pola 'risk-off' tradisional justru berbalik menjadi rally crypto, menunjukkan perubahan persepsi aset digital sebagai safe-haven.
Pemicu utamanya adalah eskalasi ketegangan AS-Iran usai operasi penyelamatan awak F-15E di wilayah Iran. Prediksi masuknya pasukan AS ke Iran sebelum 30 April melonjak dari 62% menjadi 86.5% dalam 24 jam. Sementara itu, rencana AS menguasai pulau-pulau strategis dekat Iran membuat probabilitas gencatan senjata anjlok ke 1%.
"Pasar crypto mulai memisahkan diri dari reaksi tradisional terhadap geopolitik," jelas narasumber WarungWeb3. "Bitcoin menunjukkan korelasi negatif dengan eskalasi militer, mirip pola emas sebagai lindung nilai." Data menunjukkan kenaikan 19% volume trading BTC di Asia Tenggara selama gejolak ini.
Di sektor altcoin, Ethereum (ETH) menguat 2% ke $2.140 meski ada kekhawatiran dampak jangka panjang terhadap DeFi. Solana (SOL) stagnan di $84 pasca-exploit Drift Protocol. Analis memprediksi volatilitas akan berlanjut hingga akhir April, dengan potensi rally lebih kuat jika konflik tidak meluas.
Sebagai media Web3 pertama di Indonesia, WarungWeb3 mengingatkan investor untuk memperhatikan technical analysis dan manajemen risiko. Volatilitas geopolitik bisa menjadi peluang trading, tetapi juga membawa risiko likuiditas tiba-tiba bagi pemain retail.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.