
Studi terbaru menunjukkan Bitcoin konsisten memberikan return lebih tinggi dibanding emas dan indeks saham dalam 60 hari pasca-gejolak geopolitik.
Bitcoin kembali membuktikan ketangguhannya sebagai aset safe-haven alternatif. Riset dari Mercado Bitcoin mengungkapkan bahwa aset kripto ini secara konsisten mengungguli emas dan S&P 500 dalam periode 60 hari setelah gejolak geopolitik atau ekonomi global.
Data menunjukkan, pasca pengumuman tarif Trump di 2025, Bitcoin melonjak 24% dibandingkan kenaikan emas yang hanya 8% dan S&P 500 sebesar 4%. Pola serupa terlihat selama ketegangan AS-Iran terkini dimana Bitcoin naik 2.2% sementara emas anjlok 11% dan S&P 500 turun 4.4%.
Fenomena ini semakin menarik dengan masuknya aliran dana segar ke ETF Bitcoin AS yang mencapai $1.32 miliar di Maret. Analis WarungWeb3 mencatat, kombinasi likuiditas tinggi dan sifat Bitcoin yang tidak terikat kebijakan moneter tradisional membuatnya semakin diminati investor institusi.
Di sisi lain, platform prediksi seperti Polymarket mulai berekspansi ke aset tradisional dengan integrasi oracle Pyth Network. Perkembangan ini menunjukkan semakin kaburnya batas antara dunia kripto dan keuangan konvensional.
Untuk investor Indonesia, temuan ini menjadi pertimbangan penting dalam diversifikasi portofolio. Meski volatilitas Bitcoin tetap tinggi, kemampuannya bertahan di tengah krisis patut diperhitungkan sebagai hedge terhadap ketidakpastian global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.