
Ethereum (ETH) berhasil mempertahankan level support kritis $2.000 sementara volatilitasnya mencapai titik terendah dalam sembilan minggu terakhir.
Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, menunjukkan ketahanan dengan bertahan di atas level kritis $2.000. Meskipun mengalami tekanan bearish dalam beberapa hari terakhir, ETH berhasil stabil di kisaran $2.040 hingga $2.100 pada sesi perdagangan Selasa. Ini terjadi setelah sempat menyentuh titik terendah $1.936, yang kemudian memicu respons beli dari para investor.
Dalam tujuh hari terakhir, Ethereum mencatat penurunan sekitar 6%. Namun, pemulihan di atas Simple Moving Average (SMA) 100-jam dan penetrasi garis tren turun jangka pendek di sekitar $2.060 menunjukkan adanya potensi rebound. Meski demikian, analis seperti Ted Pillows memperingatkan bahwa jatuh di bawah $2.000 bisa memicu tekanan jual yang lebih besar.
Menariknya, volatilitas Ethereum saat ini mencapai level terendah sejak awal Januari. Menurut indikator volatilitas terealisasi Binance, angka tersebut turun menjadi 0,62 pada Selasa, jauh dari level 1,15 yang tercatat pada pertengahan Februari. Arab Chain, analis CryptoQuant, mencatat bahwa periode ketenangan pasar seperti ini sering kali mendahului pergerakan harga yang signifikan.
Sementara itu, ETF Ethereum berbasis AS mencatat aliran masuk bersih sebesar $4,9 juta pada Senin, mengakhiri rangkaian aliran keluar selama delapan hari yang mencapai $440 juta. Geopolitik juga sempat memengaruhi pergerakan ETH, dengan kabar terkait Presiden Iran Pezeshkian mendorong kenaikan harga ETH sebesar 4% secara sementara.
Secara keseluruhan, Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang rendah. Namun, sejarah menunjukkan bahwa periode ketenangan ini bisa menjadi pertanda munculnya pergerakan besar. Investor perlu memantau dengan cermat level support dan resistensi kritis untuk menentukan arah berikutnya.